Tak kalah penting, ini merupakan hal yang paling diburu oleh
para wisatawan dimanapun mereka berwisata. Kuliner, merupakan salah satu alasan
orang datang untuk berwisata, yaitu untuk memanjakan lidah dengan berbagai
makanan khas yang menjadi unggulan. Di Blitar tentunya terdapat berbagai macam
kuliner khas yang menjadi unggulan Blitar, diantaranya:
1. Uceng Khas
Blitar
![]() |
| Gbr. Kuliner Uceng |
Uceng adalah nama ikan air tawar yang biasa hidup di
sungai-sungai. Ikan ini hidup dalam air yang mengalir cukup deras dan menyukai
tempat pada sela-sela bebatuan. Ikan ini berbentuk mirip seperti ikan lele,
namun ukurannya lebih kecil. Dalam nama Latin, ikan ini disebut dengan
Nemachilus Fasciatus, habitatnya tersebar dari China hingga Asia Tenggara.
Ikan jenis ini banyak dijumpai di Blitar, hingga oleh
masyarakat Blitar ikan ini diolah menjadi makanan khas Blitar yang menggugah
selera Anda. Uceng biasa dimakan sebagai snack, lauk makan yang disajikan
dengan sayur lodeh. Soal rasa jangan ditanya lagi, gurih dan renyahnya bias
membuat Anda ketagihan. Penasaran? Silahkan Coba.
Untuk mendapatkan kuliner ini, Anda bisa mengunjungi
Kecamatan Garum dan Talun sepanjang jalan raya Blitar-Malang. Harga kuliner ini
cukup terjangkau, hanya dengan Rp10.000,00 Anda sudah bisa merasakan nikmatnya
uceng khas Blitar.
2. Es Pleret
& Es Drop
Menurut legenda, Es Pleret berasal dari sebuah nama seorang sesepuh yaitu, Kyai Pleret. Di Kota Blitar, es ini sangat digemari semua kalanagan mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Kuliner es ini biasa dijumpai di alun-alun Kota Blitar yang dijual oleh pada pedagang kali lima.
Pleret ini menyerupai pentol bakso yang terbuat dari tepung beras namun tengahnya berongga. Sehingga ketika dimakan, akan ada sensasi manis gula jawa yang keluar dari rongga pleret dan berpadu dengan gurihnya santan kelapa. Biasanya es pleret ini dicampur dengan cendol, agar-agar dan serabi.
![]() |
| Gbr. Es Pleret |
Es Drop sudah ada sejak jaman Belanda. Es ini bentuknya seperti es lilin, namun es drop dibungkus dengan kertas khusus dan tengahnya ditusuk lidi sebagai pegangan ketika memakannya. Es ini sering dijumpai di Alun-alun Kota Blitar oleh pedagang keliling.
| Gbr. Es Drop |
Es ini memiliki cita rasa yang khas. Es Drop terbuat dari santan kelapa murni dan gula jawa yang diolah dengan berbagai varian rasa yaitu, kacang hijau, durian dan coklat. Bukan hanya rasa dan cara pembuatannya yang konsisten hingga sampai sekarang, namun cara penjualannya pun juga tetap sama dari jaman ke jaman. Biasanya penjual es drop berjualan keliling dengan menggunakan sepeda ontel tua dan memakai tremos berbentuk silinder panjang dari kaca untuk menyimpan es agar tetap dingin dan tidak meleleh.
![]() |
| Gbr. Penjual Es Drop Keliling |
3. Nasi Pecel
Mbok Bari
![]() |
| Gbr. Warung Nasi Pecel Mbok Bari |
Apabila Anda berjalan-jalan ke Makam Bung Karno, jangan lupa untuk mampir ke warung nasi pecel Mbok Bari. Karena lokasi warung ini berdekatan dengan kompleks Makam Bung Karno. Cukup dengan berjalan kaki 5 menit, Anda sudah sampai di warung nasi pecel Mbok Bari yang beralamat di Jl. Slamet Riyadi no. 93, Sentul-Blitar.
Keberadaan nasi pecel ini sudah ada sejak tahun 1964. Dari segi isinya tidak jauh berbeda dengan nasi pecel pada umumnya. Namun yang membuat nasi pecel ini istimewa adalah cita rasa pedas manis yang sangat khas. Racikan bumbu pecelnya yang sangat menggugah selera menambah nikmatnya bersantap dengan tambahan rempeyek yang gurih dan renyah.
![]() |
| Gbr. Seporsi Nasi Pecel Mbok Bari |
Cukup dengan harga Rp8.000,00 Anda bisa mendapatkan seporsi nasi pecel Mbok Bari yang lezat. Biasanya warung ini buka dari jam 05.30 sampai dengan jam 16.00. Keberadaan warung ini menjadikan kebanggaan warga Blitar sebagai icon kuliner Blitar. Tak heran jika warung ini beberapa kali diliput dalam acara kuliner dari berbagai stasiun tv nasional maupun lokal.
4. Soto Bok
Ireng
| Gbr. Warung Soto Bok Ireng |
Soto Bok Ireng adalah salah satu kuliner khas Blitar yang masih konsisten dari dahulu hingga sekarang. Warung soto Bok Ireng sudah ada sejak tahun 1968. Warung ini terletak dipojok perempatan jalan Kelud Kota Blitar. Jika ditempuh dari alun-alun Kota Blitar hanya berjarak 100 meter saja ke arah timur maka Anda akan menemui sebuah warung sederhana dengan model jadul.
Nama Bok Ireng adalah dari bahasa Jawa yang berarti 'Jembatan Hitam'. Konon menurut cerita masyarakat, warung ini sudah ada sejak dibangunnya jembatan yang dicat warna hitam. Oleh karena itulah disebut dengan Bok Ireng. Walupun sekarang warna jembatannya sudah tidak lagi hitam, namun masyarakat setempat mengenal warung itu dengan sebutan soto Bok Ireng.
![]() |
| Gbr. Penjual Soto Bok Ireng |
Jika Anda masuk dalam warung Bok Ireng, Anda akan menjumpai seorang pedagang soto jadul dengan periuk tanah liat untuk memasak kuah soto dan pikulan kayu kuno untuk tempat periuknya. Dalam mengolahnya pun masih dengan metode tradisional dengan menggunakan tungku api yang disebut oleh orang jawa dengan sebutan 'luweng'.
![]() |
| Gbr. Seporsi Soto Bok Ireng |
Sensasi kuah soto dengan rasa dan aroma yang khas yang diguyurkan pada mangkok berisi nasi dan campuran daging sapi, jerohan, usus dan paru pasti mambuat Anda ketagihan untuk menikmatinya. Dengan racikan bumbu rempah yang khas menciptakan sensasi kombinasi rasa soto dan rawon. Cukup dengan harga Rp8.000,00 Anda dapat menikmati seporsi Soto Bok Ireng ini. Penasaran? Silahkan coba.








Tidak ada komentar:
Posting Komentar